https://binasriwijaya.ac.id/files/sdana/ http://earsip.unitomo.ac.id/assets/sgacor/ https://crg.spa.msu.ru/wp-content/sdana/ https://absensi.bombanakab.go.id/public/upload/ https://stieykp.ac.id/uploads/sdemo/ http://inventaris.ummy.ac.id/uploads/sdana/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/js/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/assets/css/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
ANALISIS PERBANDINGAN BENTUK PENAMPANG KOLOM PERSEGI DENGAN PERSEGI PANJANG TERHADAP PERILAKU STRUKTUR BETON BERTULANG AKIBAT BEBAN GRAVITASI
Abstrak (Abstracts)
Columns are very important structures in buildings, function as structural elements that channel internal forces from beams and slabs, to be transmitted to the subgrade through the foundation. The difference in the cross-sectional shape of the column causes differences in stiffness and slenderness which affect the distribution of internal forces and their capacities. Therefore, this study aimed to determine the effect of changing the cross-sectional shape of the rectangular column K1 500 mm x 500 mm and rectangular K1-1 450 mm x 555.6 mm, K1-2 400 mm x 625 mm, K1-3 350 mm x 714.3 mm due to gravity load. This study uses the help of the SAP2000 program, to calculate the forces in the structural elements. Then calculate and draw a diagram of the Pu-𝜙Mu interaction on the columns that have the largest Pu or the largest Mu on each of the X and Y axes. The result of the analysis is that the largest axial force in each column type decreased against the column type K1, by -0.5% for K1-1, -0.9% for K1-2, and -1.4% for K1-3. For the largest moment, the X-axis decreased with respect to column type K1, by -6.1% for K1-1, -13.4% for K1-2, and -22.0% for K1-3. For the largest moment the Y axis has increased against the column type K1, by 9.6% for K1-1, 20.2% for K1-2, and 31.8% for K1-3. The axial force capacity in each column is the same, the Y-axis moment capacity has increased by 40.0% in the K1-3 type column, 21.8% in the K1-2 type column, 7.7% in the K1-1 column. but the X-axis moment capacity decreased by -29.6% in the K1-3 type column, -18.4% in the K1-2 type column, -7.2% in the K1-1 column. The reinforcement required for each cross-sectional form of the column for longitudinal reinforcement is 16D16 and shear reinforcement is 10 – 150. Kolom merupakan struktur yang sangat penting dalam bangunan, berfungsi sebagai elemen struktur yang menyalurkan gaya-gaya dalam dari balok dan pelat, untuk diteruskan ke tanah dasar melalui pondasi. Perbedaan bentuk penampang kolom menyebabkan perbedaan kekakuan dan kelangsingan yang berpengaruh terhadap distribusi gaya dalam dan kapasitasnya. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh tersebut dari perubahan bentuk penampang kolom persegi K1 500 mm x 500 mm dan persegi panjang K1-1 450 mm x 555,6 mm, K1-2 400 mm x 625 mm, K1-3 350 mm x 714,3 mm akibat beban gravitasi. Penelitian ini menggunakan bantuan program SAP2000, untuk menghitung gaya dalam elemen-elemen strukturnya. Kemudian menghitung dan menggambarkan diagram interaksi 𝜙Pu-𝜙Mu pada kolom-kolom yang mempunyai Pu yang terbesar atau Mu yang terbesar pada masing-masing sumbu X dan Y. Hasil analisis adalah gaya aksial terbesar pada masing-masing tipe kolom mengalami penurunan terhadap kolom tipe K1, sebesar -0.5% untuk K1-1, -0.9% untuk K1-2, dan -1.4% untuk K1-3. Untuk momen terbesar sumbu X mengalami penurunan terhadap kolom tipe K1, sebesar -6.1% untuk K1-1, -13.4% untuk K1-2, dan -22.0% untuk K1-3. Untuk momen terbesar sumbu Y mengalami peningkatan terhadap kolom tipe K1, sebesar 9.6% untuk K1-1, 20.2% untuk K1-2, dan 31.8% untuk K1-3. Kapasitas gaya aksial pada masing-masing kolom adalah sama, kapasitas momen sumbu Y mengalami peningkatan sebesar 40.0% pada kolom tipe K1-3, 21.8% pada kolom tipe K1-2, 7.7% pada kolom K1-1. namun kapasitas momen sumbu X mengalami penurunan sebesar -29.6% pada kolom tipe K1-3, -18.4% pada kolom tipe K1-2, -7.2% pada kolom K1-1. Tulangan yang diperlukan pada masing-masing bentuk penampang kolom untuk tulangan longitudinal yaitu 16D16 dan tulangan geser (sengkang) yaitu 10 – 150.

Keyword : square column, rectangular column, SAP2000

Nilai Properti
: WAHYU ADI PUTRA, : 922018002, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNIK SIPIL, : 2021, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Ir. Ali Arifin Soeparlan, M.T.

E-mail :ali.arifin@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id
Wahyu Yusuf Rio, S.T., M.T.

E-mail :

www.poltekba.ac.id