https://sipaparisa.dprd.malukuprov.go.id/css/sdana/ https://bkd-nonsertifikasi.uinmataram.ac.id/admin/sgacor-jackpot/ https://cms.kemenag.go.id/assets/sdemo/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
ANALISA PENGARUH PREHEAT TERHADAP KEKERASAN ROCKWELL DAN STRUKTUR MIKRO SAMBUNGAN PENGELASAN SMAW PADA BAJA KARBON RENDAH
Abstrak (Abstracts)
SMAW welding is the process of connecting 2 similar or more metals using an electrical heat source by using electrodes encased as additional materials or fillers so that it will make a fixed connection. Preheat aims to stabilize the temperature of the specimen before welding so that no damage occurs during and after welding and to improve the mechanical and physical properties of the metal. Preheat is very important to do to get good physical and mechanical properties. Analyze the effect of preheat and without preheat on low carbon steel after SMAW welding on hardness testing and analyze the variation of preheat used in the welding.In this study using SS400 steel material size 220x80x15 mm as much as 8 pieces, then will be done making potent V, then continued into the heat treatment process where in the area of potent V will be interpreted with a temperature of 150 ° C, 250 °C, 350 °C and Non preheat and then done welding process. In the results of Rockwell hardness testing in the weld metal area the preheat temperature is 150 ° C which is 54 kgf, the preheat temperature is 250 ° C which is 50 kgf, the preheat temperature is 350 ° C which is 49 kgf and non-preheat is 51 kgf. Haz area temperature 150 ° C is 48 kgf, non preheat temperature is 45 kgf, preheat temperature 350 ° C is 43 kgf and preheat temperature 250 ° C is 42 kgf. Base metal area The highest hardness value in base metal temperature 350 ° C is 46 kgf, temperature 150 ° C is 45 kgf, temperature 250 ° C is 44 kgf, and non preheating temperature 42 kgf. In the results of testing non preheating microstructures and preheate 150 ° C tends to have a small grain size this is connected to the results of the hardness test, the smaller the size of the grain on the material, the greater the number of hardness obtained. In preheats 250 °C and 350 ° C tend to have a larger grain size that significantly affects the initial heating, this is connected with the results of the hardness test, the larger the grain size on the material, the smaller the number of hardness obtained. Las SMAW merupakan proses penyambungan 2 buah logam yang sejenis atau lebih dengan menggunakan sumber panas listrik dengan menggunakan elektroda terbungkus sebagai bahan tambahan atau pengisi sehingga akan membuat sambungan tetap. Preheat bertujuan untuk menstabilkan suhu spesimen sebelum dilakukan pengelasan agar tidak terjadi kerusakan pada saat dan setelah pengelasan dan untuk meningkatkan sifat mekanik dan sifat fisis logam. preheat sangat penting dilakukan untuk mendapatkan sifat fisis dan mekanis yang baik. Menganalisa pengaruh preheat dan tanpa preheat terhadap baja karbon rendah setelah dilakukan pengelasan SMAW pada pengujian kekerasan serta Menganalisa variasi preheat yang digunakan pada pengelasan tersebut.dalam penelitian ini menggunakan material baja SS400 ukuran 220x80x15 mm sebanyak 8 buah, kemudian akan dilakukan pembuatan kampuh V, selanjutkan masuk ke proses heat treatment dimana pada area kampuh V akan dipreheat dengan suhu 150˚C, 250˚C, 350˚C dan Non preheat lalu dilakukan proses pengelasan. Pada hasil pengujian kekerasan Rockwell di daerah weld metal suhu preheat 150˚C yakni 54 kgf, suhu preheat 250˚C yakni 50 kgf, suhu preheat 350˚C yakni 49 kgf dan non preheat yakni 51 kgf. Daerah HAZ suhu 150˚C yaitu 48 kgf, suhu Non preheat yakni 45 kgf, suhu preheat 350˚C yakni 43 kgf dan suhu preheat 250˚C yakni 42 kgf. Daerah Base metal Nilai kekerasan tertinggi pada base metal suhu 350˚C yakni 46 kgf, suhu 150˚C yakni 45 kgf, suhu 250˚C yakni 44 kgf, dan suhu Non Preheating 42 kgf. Pada hasil pengujian struktur mikro non preheating dan preheat 150˚C cenderung memiliki besaran butir yang kecil hal ini terhubung dengan hasil uji kekerasan, semakin kecil ukuran butir pada material maka akan semakin besar angka kekerasan yang diperoleh. Pada preheat 250˚C dan 350˚C cenderung memiliki besaran butir yang semakin besar yang berati signifikan pengaruh dari pemanasan awal, hal ini terhubung dengan hasil uji kekerasan, semakin besar ukuran butir pada material maka akan semakin kecil angka kekerasan yang diperoleh.

Keyword : SS400, Preheat, Pengelasan Shield Metal Arc Welding, Rockwell, Struktur Mikro

Nilai Properti
: MUHAMMAD HAFIZH IHSAN, : 912018039, : Politeknik Negeri Balikpapan, : ALAT BERAT, : 2021, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Zulkifli, S.T., M.T.

E-mail :zulkifli@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id
Dr. Hadi Hermansyah, S.Si., M.Si.

E-mail :hadi.hermansyah@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id