https://binasriwijaya.ac.id/files/sdana/ http://earsip.unitomo.ac.id/assets/sgacor/ https://crg.spa.msu.ru/wp-content/sdana/ https://absensi.bombanakab.go.id/public/upload/ https://stieykp.ac.id/uploads/sdemo/ http://inventaris.ummy.ac.id/uploads/sdana/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/js/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/assets/css/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
HUBUNGAN SUHU LINGKUNGAN PENYIMPANAN BAHAN BAKAR BIODIESEL B30 TERHADAP KUALITAS GAS BUANG KENDARAAN
Abstrak (Abstracts)
In supporting the implementation of the use of thirty percent biodiesel fuel, the researchers conducted an analysis related to the effect of using B30 biodiesel on temperature storage. The purpose of this study was to determine the effect of the use of B30 biodiesel fuel on environmental temperature storage in the percentage level of opacity concentration value. The method used in this research is to store B30 biodiesel first with different temperature placements, namely, cold ambient temperature below 19 ºC, hot ambient temperature with a set temperature above > 32 ºC, room ambient temperature with a temperature setting of 27 ºC – 29 ºC, temperature humid environment with a temperature setting of 22 ºC – 26 ºC, the temperature of the grass environment with a temperature setting above >30 ºC, the B30 biodiesel storage process is carried out for approximately 30 days with monitoring every two hours starting at 08:00 – 22:00 to determine changes in temperature that occur. happen. In knowing the characteristics that occur in the storage results of B30 biodiesel, a characteristic test was carried out with a critical test, Flash point, Kinematic Viscoity, Water Content, Fatty Acid Methyl Ester (FAME). This test aims to determine the characteristics as well as reference data when conducting exhaust emission tests to determine the percentage value of exhaust emission opacity. In the exhaust emission testing carried out on the Komatsu forklift unit, this test is carried out in stages, namely draining first to remove the remaining fuel contained in the Komatsu forklift unit, after draining then filling in B30 biodiesel which has been stored treatment. After filling is complete, then warm up for 15 minutes on the emission test equipment while waiting for warming up to finish doing the preheating also on the forklift unit that has been filled, after heating has been done on the forklift unit and the emission test equipment, the next step is to press enter on the test equipment to start testing. After that it will be directed from the system to insert the probe into the muffler contained in the forklift unit, this test is carried out by accelerating at least three times to get optimal results. Based on the exhaust emission testing, different results were obtained for each storage, at humid temperatures the lowest exhaust gas emission opacity value with an average of 55.80 %, followed by room temperature storage of 57.35 %, and hot temperatures of 57.90 %, cold temperatures of 59.55 % and grass temperatures are the producers of the highest exhaust gas emission opacity values with an average of 61.80 %. To maintain the standard quality at the opacity percentage value, make sure that the storage is done properly and correctly. Biodiesel B30 must be stored in a closed container to avoid direct contact with outside air, water, and sunlight to avoid oxidation. The storage period for Biodiesel B30 is not recommended for more than three months. A good temperature for storage is 22 ºC – 29 ºC with a humidity of 70 % – 80 % to maintain the quality of Biodiesel. Keywords: Environmental Temperature, B30 biodiesel, Opacity. Dalam mendukung implementasi penggunaan bahan bakar biodiesel tiga puluh persen, peneliti melakukan analisa terkait pengaruh penggunaan biodiesel B30 terhadap penyimpanan suhu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar biodiesel B30 terhadap penyimpanan suhu lingkungan dalam tingkat kepekatan nilai persentase pada opasitas. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu melakukan penyimpanan biodiesel B30 terlebih dahulu dengan penempatan suhu yang berbeda yaitu, suhu lingkungan dingin dibawah 19 ºC, suhu lingkungan panas dengan suhu yang ditetapkan diatas >32 ºC, suhu lingkungan ruangan dengan ketetapan suhu 27 ºC – 29 ºC, suhu lingkungan lembab dengan ketetapan suhu 22 ºC – 26 ºC, suhu lingkungan rerumputan dengan penempatan suhu diatas > 30 ºC, pada proses penyimpanan biodiesel b30 tersebut dilakukan selama kurang lebih 30 hari dengan pemantauan setiap dua jam mulai pukul 08:00 – 22:00 untuk mengetahui perubahan suhu yang terjadi. Dalam mengetahui sifat karakteristik yang terjadi pada hasil penyimpanan biodiesel B30 tersebut dilakukan uji karakteristik dengan critical test, Flash point, Kinematic Viscoity, Water Content, Fatty Acid Methyl Ester ( FAME ). Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui sifat karakteristik serta sebagai data acuan saat melakukan uji emisi gas buang dalam mengetahui nilai persentase pada opasitas emisi gas buang. Pada pengujian emisi gas buang dilakukan pada unit forklift komatsu, pengujian ini dilakukan secara bertahap yaitu melakukan drain terlebih dahulu untuk mengeluarkan sisa bahan bakar yang terdapat pada unit forklift komatsu tersebut, setelah melakukan drain selanjutnya melakukan pengisian biodiesel B30 yang telah dilakukan perlakuan penyimpanan. Setelah pengisian selesai selanjutnya melakukan warming up selama 15 menit pada alat uji emisi tersebut sambil menunggu warming up selesai melakukan pemanasan awal juga pada unit forklift yang telah dilakukan pengisian, setelah pemanasan telah dilakukan pada unit forklift dan alat uji emisi tersebut langkah selanjutnya yaitu menekan enter pada alat uji untuk memulai pengujian. Setelah itu akan diarahkan dari sistem untuk memasukkan probe pada muffler yang terdapat pada unit forklift tersebut, pengujian ini dilakukan dengan melakukan akselerasi minimal tiga kali untuk mendapatkan hasil yang optimal. Berdasarkan pengujian emisi gas buang tersebut didapatkan hasil yang berbeda – beda setiap penyimpanannya, pada suhu lembab merupakan nilai opasitas emisi gas buang terendah dengan rata – rata sebesar 55,80 %, disusul oleh penyimpanan suhu ruangan sebesar 57,35 %, dan suhu suhu panas sebesar 57,90 %, suhu dingin sebesar 59,55% dan suhu rerumputan merupakan penghasil nilai opasitas emisi gas buang tertinggi dengan rata – rata sebesar 61,80 %. Untuk menjaga kualitas standar pada nilai persentase opasitas, pastikan bahwa penyimpanan dilakukan dengan baik dan benar. Biodiesel B30 harus disimpan pada wadah tertutup untuk menghindari kontak langsung dengan udara luar, air, dan sinar matahari agar terhindar dari oksidasi. Dalam masa penyimpanan Biodiesel B30 tidak disarankan lebih dari tiga bulan. Suhu yang baik untuk penyimpanan yaitu 22 ºC – 29 ºC dengan kelembapan 70 % – 80 % untuk menjaga kualitas Biodiesel. Kata Kunci : Suhu Lingkungan, biodiesel B30, Opasitas.

Keyword : Suhu Lingkungan, biodiesel B30, Opasitas.

Nilai Properti
: WILLYAM SIMON, : 912017033, : Politeknik Negeri Balikpapan, : ALAT BERAT, : 2021, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Ida Bagus Dharmawan, S.T., M.Si.

E-mail :ida.bagus@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id
Basri Dahlan, S.Ag., M.Pd.I.

E-mail :basri.dahlan@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id