https://binasriwijaya.ac.id/files/sdana/ http://earsip.unitomo.ac.id/assets/sgacor/ https://crg.spa.msu.ru/wp-content/sdana/ https://absensi.bombanakab.go.id/public/upload/ https://stieykp.ac.id/uploads/sdemo/ https://pengaduan.ikippgriptk.ac.id/images/sdemo/ http://inventaris.ummy.ac.id/uploads/sdana/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN OPC DAN PCC TERHADAP PEMAKAIAN SIKAMENT-NN
Abstrak (Abstracts)
Concrete is one of the most important building materials and is widely used in infrastructure development. In Balikpapan there is a fairly rapid increase in development so that material needs are increasing. The cement industry has issued products without reducing the quality of concrete, namely Portland Cement Composite (PCC), PCC cement is widely used by construction consumers. Meanwhile, Ordinary Portland Cement (OPC) is rarely used, due to its high price and no more environmentally friendly than PCC cement. The government announced a target of reducing greenhouse gas emissions by 29% by 2030. The Indonesian Cement Association (ASI) stated that this was pursued by reducing energy consumption in the cement, paper, steel, and other industries. Because the potential for reducing Carbon Dioxide (CO) emissions if OPC is replaced with PCC is 3.34 million tons of CO₂. This study aims to determine the value of the compressive strength of concrete and the comparison using OPC and PCC cement types through the same concrete mix planning. This type of research is an experimental study that aims to determine the value of the comparison of the compressive strength of concrete by comparing the design concrete fc = 25 MPa as a control using OPC and PCC cement against the use of Sikament-NN added materials. The concrete will be tested by testing the compressive strength of the concrete. In this study, a cylindrical specimen was used with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. The quality of the planned concrete was tested at the age of 7 and 28 days with prior treatment with 36 samples with 6 variations, each consisting of 3 samples. From the results of the slump value test, there is no significant difference. The results of testing the compressive strength of concrete at the age of 7 and 28 days showed that the compressive strength of concrete with the use of OPC cement had a higher compressive strength than concrete with the use of PCC cement. However, at the age of 28 days, based on the test results, the compressive strength of OPC and PCC cement concrete was not too different. However, the compressive strength of PCC cement with the addition of Sikament-NN was higher than the compressive strength of OPC cement. Thus the addition of Sikament-NN to the concrete mixture is very influential, because it can increase the compressive strength of the concrete. Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang sangat penting dan banyak digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Di Balikpapan terjadi peningkatan pembangunan yang cukup pesat sehingga kebutuhan material semakin meningkat. Industri semen telah mengeluarkan produk yang ramah lingkungan tanpa mengurangi mutu beton yaitu Portland Cement Composite (PCC), semen PCC banyak digunakan oleh konsumen konstruksi. Sementara Ordinary Portland Cement (OPC) sudah jarang digunakan, dikarenakan harga yang mahal dan tidak lebih ramah lingkungan dibandingkan semen PCC. Pemerintah mengumumkan target penurunan emisi Gas Runah Kaca sebesar 29% pada tahun 2030. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyatakan bahwa hal tersebut diupayakan dengan mengurangi konsumsi energi pada industri semen, kertas, baja, dan lain-lain. Karena potensi penurunan emisi Karbon Dioksida (CO₂) jika OPC digantikan dengan PCC adalah sebesar 3,34 juta ton CO₂. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton serta perbandingan dengan menggunakan jenis semen OPC dan PCC melalui perencanaan campuran beton yang sama. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui nilai perbandingan kuat tekan beton dengan cara membandingkan beton rencana fc = 25 Mpa sebagai kontrol dengan menggunakan semen OPC dan PCC terhadap pemakaian bahan tambah Sikament-NN. Beton tersebut akan diuji dengan pengujian kuat tekan beton. Pada penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Mutu beton yang telah direncanakan diuji pada umur 7 dan 28 hari dengan dilakukan perawatan terlebih dahulu dengan sampel sebanyak 36 buah dengan 6 variasi yang masing-masing terdiri dari 3 sampel. Dari hasil pengujian nilai slump yang diperoleh tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil dari pengujian kuat tekan beton pada umur 7 dan 28 hari diperoleh hasil kuat tekan beton dengan penggunaan semen OPC memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan beton dengan penggunaan semen PCC. Namun pada umur 28 hari berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan kuat tekan beton semen OPC dan PCC tidaklah terlalu berbeda. Akan tetapi hasil kuat tekan pada penggunaan semen PCC dengan penambahan Sikament-NN lebih tinggi dibandingkan kuat tekan dengan semen OPC. Dengan demikian penambahan Sikament-NN pada campuran beton sangatlah berpengaruh, karena dapat meningkatkan kuat tekan beton.

Keyword :

Nilai Properti
: NUR AULIA SARI , : 922019028, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNIK SIPIL , : 2022, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Mariatul Kiptiah, S.T., M.Eng.

E-mail :

www.poltekba.ac.id
Wahyu Yusuf Rio, S.T., M.T.

E-mail :

www.poltekba.ac.id