https://binasriwijaya.ac.id/files/sdana/ http://earsip.unitomo.ac.id/assets/sgacor/ https://crg.spa.msu.ru/wp-content/sdana/ https://absensi.bombanakab.go.id/public/upload/ https://stieykp.ac.id/uploads/sdemo/ http://inventaris.ummy.ac.id/uploads/sdana/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/js/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/assets/css/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
RANCANG BANGUN SISTEM ALAT PENGUKUR SUHU KELEMBAPAN DAN PH KOMPOS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) MENGGUNAKAN ESP32 DI KEBUN RAYA BALIKPAPAN
Abstrak (Abstracts)
Compost is the result of fermentation of organic materials such as trimmings of plant leaves, vegetables, fruits, organic waste, livestock manure, and other materials. The composting process takes approximately three months. This is done by making a balanced mixture of ingredients, providing sufficient water, regulating aeration and adding activators. Currently, the use of chemical fertilizers is more attractive to farmers than organic fertilizers, this is because organic fertilizers are less effective if used on a large scale even though organic fertilizers have various advantages. From the above constraints, an idea emerged to design an organic waste processing tool that automates the decomposition process to regulate temperature, pH, and humidity in the manufacture of Internet of Things (IoT)-based compost. The temperature, humidity and pH of the compost have quite an effect on the quality of the compost, therefore there is a tool that was created specifically to measure the value of temperature, humidity, pH of compost and automation in this tool as well as an Android application that is integrated with ESP32 through the help of a Realtime Database that was created to monitor and control to make it easier for the manager to get maximum compost results. Kompos merupakan hasil fermentasi bahan-bahan organik seperti pangkasan daun tanaman, sayuran, buah-buahan, limbah organik, kotoran hewan ternak, dan bahanbahan lainya. Proses pembuatan pupuk kompos memerlukan waktu kurang lebih tiga bulan. Hal ini dilakukan dengan membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air secukupnya, mengatur aerasi dan menambah aktivator. Saat ini penggunaan pupuk kimia lebih diminati petani dibandingkan pupuk organik hal ini dikarenakan pupuk organik kurang efektif jika digunakan untuk skala besar padahal pupuk organik memiliki barbagai keunggulan. Dari kendala di atas, muncul ide untuk merancang alat pengolahan sampah organik otomatisasi proses dekomposisi untuk mengatur suhu, pH, dan kelembapan pada pembuatan pupuk kompos berbasis Internet of Things (IoT). Suhu, kelembapan dan pH kompos cukup berpengaruh terhadap kualitas kompos maka dari itu dengan adanya alat yang diciptakan khusus untuk mengukur nilai suhu, kelembapan, pH kompos dan otomatisasi pada alat ini serta aplikasi Android yang terintegrasi dengan ESP32 melalui bantuan bantuan Realtime Database yang diciptakan untuk memonitoring serta kontrol agar lebih memudahkan pihak pengelola mendapatkan hasil kompos yang maksimal.

Keyword : Compost, ESP32, Realtime Database and Android Studio.

Nilai Properti
: KHAIRIL ANWAR, : 932019052, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNIK ELEKTRONIKA, : 2022, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Mikail Eko Prasetyo Widagda, S.T.,M.T.

E-mail :mikail.eko@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id
Dwi Lesmideyarti, S.T., M.Kom.

E-mail :

www.poltekba.ac.id