https://binasriwijaya.ac.id/files/sdana/ http://earsip.unitomo.ac.id/assets/sgacor/ https://crg.spa.msu.ru/wp-content/sdana/ https://absensi.bombanakab.go.id/public/upload/ https://stieykp.ac.id/uploads/sdemo/ http://inventaris.ummy.ac.id/uploads/sdana/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/js/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/assets/css/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
Analisa Penyebab Low Pressure Torque Converter Pada unit Buldozzer Komatsu D85ESS-2 Di Pt. Mitra Indah Lestari, Workshop Balikpapan.
Abstrak (Abstracts)
Bulldozer is one of the types of heavy equipment that has many functions, namely from digging, displacing materials and so on. Because this tool is often widely used in various places, especially in construction and mining. While carrying out On Job Training (OJT), the author found a problem with the Komatsu D85ESS-2 unit at PT. Mitra Indah Lestari workshop Balikpapan, the author found that there had been damage to the Torque converter on the Komatsu D85ESS-2 unit. As is known, the Torque Converter has the function of converting torque from the engine, dampening shocks and also preventing stalls or lugs, where the power from the engine is channeled to the torque converter, transmission, stearing break, and final drive, to the torque converter, then torque to rotation. from the engine is changed in such a way by changing the mechanical energy of the engine rotation into kinetic energy (oil flow) then converting it back into mechanical energy on the output shaft to the transmission so that the bulldozer can move. If there is a problem with the torque converter, of course, the unit will experience problems in its operation and can even cause a unit breakdown. If this problem is not handled immediately, it will disrupt the effectiveness and productivity of the company. The first problem found by the author when checking was that there was low pressure at the output of the torque converter, to find out the cause of the damage to the torque converter, the author disassembled the torque converter and collected evidence of damage through several methods of observation, reference, and documentation. From the evidence collected by the author, it was finally found that the cause of the problem was the occurrence of scret on the pump, stator, and impeller on the torque converter, which was caused because the previous over houl did not replace the bearing on the torque converter pump which resulted in ron out so that there was a frequency between pump, stator, and impeller which causes low pressure to the unit. Bulldozer merupakan salah satu dari jenis alat berat yang memiliki banyak fungsi, yaitu dari menggali, menggusur material dan sebagainya. Karena alat ini sering banyak digunakan diberbagai tempat terutama di kontruksi dan pertambangan. Selama melaksanakan On Job Treaning (OJT), penulis menemukan adannya problem pada unit komatsu D85ESS-2 di PT. Mitra Indah Lestari workshop Balikpapan, penulis menemukan telah terjadi kerusakan pada Torque converter pada unit komatsu D85ESS-2. Seperti diketahui Torque Converter memiliki fungsi sebagai mengkonversi torsi dari engine, meredam kejutan dan juga mencegah terjadinya stall atau lug, dimana tenaga dari engine di selurkan ke torque converter, transmision, stearing break, dan final drive, pada torque converter, kemudian torsi putaran dari engine dirubah dengan sedemikian rupa dengan merubah energi mekanis dari putaran engine menjadi energi kinetis (oil flow) kemudian merubahnya kembali menjadi energi mekanis pada shaft output menuju ke transmision sehingga bulldozer dapat bergerak. Jika terjadi masalah pada torque converter tentu juga unit akan mengalami gangguan dalam pengoperasiannya bahkan dapat menyebabkan unit breakdown. Apabila masalah ini tidak segera di tangani akan mengganggu efektifitas dan produktifitas perusahaan. Permasalah pertama yang ditemukan oleh penulis saat melakukan pengecekan adalah terjadi low pressure pada output dari torque converter, untuk mengetahui penyebab kerusakan pada torque converter tersebut, maka penulis melakukan disassambly pada torque converter dan mengumpulkan bukti-bukti kerusakan melalui beberapa metode dari observasi, referensi, dan dokumentasi. Dari bukti yang dikumpulkan penulis, akhirnya diperoleh penyebab permasalahan tersebut adalah terjadinya secratch pada bagian pump, stator, dan turbin pada torque converter, yang di sebabkan karena pada overhaul sebelumnya tidak melakukan penggantian bearing pada pump torque converter yang mengakibatkan run out sehingga terjadi frection antara pump, stator, dan turbin yang menyebabkan low pressure pada unit.

Keyword : Bulldozer, Torque Converter, Bearing, Over Houl

Nilai Properti
: MUHAMMAD RIZAL, : 912019001, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNIK MESIN, : 2022, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Arwin, S.Pd., M.T.

E-mail :

www.poltekba.ac.id
Patria Rahmawaty, S.Psi., M.MPd.Psikolog.

E-mail :patria.rahmawati@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id