https://binasriwijaya.ac.id/files/sdana/ http://earsip.unitomo.ac.id/assets/sgacor/ https://crg.spa.msu.ru/wp-content/sdana/ https://absensi.bombanakab.go.id/public/upload/ https://stieykp.ac.id/uploads/sdemo/ http://inventaris.ummy.ac.id/uploads/sdana/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/js/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/assets/css/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
PENYESUAIAN FAKTOR AIR SEMEN PADA RANCANGAN CAMPURAN BETON SESUAI DENGAN METODE SNI 2834 MENGGUNAKAN SEMEN TIPE I DAN AGREGAT LOKAL
Abstrak (Abstracts)
Concrete is one of the building materials that is growing so rapidly and almost all parts of building materials use concrete as the main building material. The constituent materials of concrete include: water, coarse aggregate, fine aggregate, cement and added materials or without added materials. It is still often found that the results of the planned compressive strength of SNI 2834-2000 are not in accordance with the results that have been obtained, these inconsistent results are usually influenced by the non-fulfillment of several parameter requirements such as inspection of mud content, air content, volume weight, water content, gradation, specific gravity, los angels, aggregates and other examinations. Therefore, this research needs to be adjusted. Therefore, this study aims to adjust the water-cement factor for compressive strength with the SNI 2834-2000 method on cement type I, local aggregates, and different water content. The research method used in this study is the SNI 2834-2000 method with the title procedures for making normal concrete mixtures. In normal concrete research, there are several variations used, for example, the FAS variation used is 0.3; 0.4; 0.5; and 0.6 and variations in water content of 195, 201, 205, and 208. With a total of 48 concrete specimens aged 28 days. The compressive strength of concrete is strongly influenced by the composition of the plan in implementation, and the water-cement factor. In addition, the characteristics of aggregates from various regions will have different effects on the compressive strength of the concrete. Based on the results of the compressive strength test on normal concrete aged 28 days, there is a difference in the compressive strength value between SNI and the results of the study. The difference occurred in FAS 0.3; 0.4; 0.5; and 0.6. Those with comparative values are 67%, 73%, 79%, and 84%, respectively. From the results of the data that has been obtained, it turns out that each FAS with the same water content has no effect, therefore there is no need for adjustments. At a low FAS mixture, it does not guarantee that the concrete is strong, it is usually influenced because the concrete is too strong so it is easy to crack and can also occur due to the use of water so that the concrete experiences segregation in the mixture Beton adalah salah satu bahan bangunan yang berkembang begitu pesat dan hampir seluruh bagian bahan bangunan menggunakan beton sebagai material bangunan utamanya. Adapun bahan penyusun beton antara lain: air, agregat kasar, agregat halus, semen dan bahan tambah atau tanpa bahan tambah. Masih sering dijumpai bahwa hasil kuat tekan yang direncanakan pada SNI 2834-2000 tidak sesuai dengan hasil yang telah didapatkan. Hasil yang tidak sesuai tersebut biasanya dipengaruhi oleh tidak terpenuhinya beberapa kebutuhan parameter seperti pemeriksaan kadar lumpur, kadar udara, berat volume, kadar air, gradasi, berat jenis, los angels, agregat dan pemeriksaan lainnya. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyesuaian faktor air semen untuk kuat tekan dengan metode SNI 2834-2000 terhadap semen tipe I, agregat lokal, dan kadar air yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode SNI 2834-2000 dengan judul tata cara pembuatan campuran beton normal. Dalam penelitian beton normal, terdapat beberapa variasi yang digunakan, contohnya seperti variasi FAS yang digunakan ialah 0,3; 0,4; 0,5; dan 0,6 serta variasi kadar air 195, 201, 205, dan 208. Dengan jumlah 48 benda uji beton yang berumur 28 hari. Kuat tekan beton sangat dipengaruhi oleh komposisi rencana dalam pelaksanaan, dan faktor air semen. Selain itu, karakteristik agregat dari berbagai macam daerah akan memberikan pengaruh yang berbeda pada kuat tekan beton tersebut. Berdasarkan hasil nilai uji kuat tekan pada beton normal berumur 28 hari, terdapat perbedaan nilai kuat tekan antara SNI dengan hasil penelitian. Perbedaan tersebut terjadi pada FAS 0,3; 0,4; 0,5; dan 0,6, yang memiliki nilai perbandingan berturut-turut ialah 67%, 73%, 79%, dan 84%. Dari hasil data yang telah di dapatkan ternyata pada setiap FAS yang sama dengan kadar air yang berbeda hasilnya tidak berpengaruh, maka dari itu tidak perlu adanya penyesuaian. Pada campuran FAS yang rendah, ternyata tidak menjamin beton itu kuat, hal itu biasanya dipengaruhi karna beton yang terlalu kuat sehingga mudah retak dan bisa juga terjadi dikarenakan penggunaan air sehingga beton mengalami segresi pada campuran tersebut.

Keyword : Keywords: concrete, compressive strength, FAS, moisture content

Nilai Properti
: MUHAMMAD YUSUF TAKWA , : 922019085, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNIK SIPIL , : 2022, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Ir. Ali Arifin Soeparlan, M.T.

E-mail :ali.arifin@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id
Desak Made Ristia Kartika, S.Pd., M.Sc.

E-mail :desak.kartika@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id