https://binasriwijaya.ac.id/files/sdana/ http://earsip.unitomo.ac.id/assets/sgacor/ https://crg.spa.msu.ru/wp-content/sdana/ https://absensi.bombanakab.go.id/public/upload/ https://stieykp.ac.id/uploads/sdemo/ http://inventaris.ummy.ac.id/uploads/sdana/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/js/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/assets/css/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
Analisis Kebutuhan Air Domestik Pada Waduk Sepaku Semoi
Abstrak (Abstracts)
Population growth, urbanization, intensive agricultural development, and industrial growth and environmental needs will increase the demand for water and land. So that an area becomes vulnerable to water supply, where that vulnerability occurs when the water supply process is not able to run to meet the water needs of the population, the environment, or the agricultural sector. This study aims to determine the availability of raw water in the Sepaku Semoi Reservoir, to find out the benefits of raw water or clean water, and how many people there will be for clean water in the future. Raw water sources play a very important role in the drinking water industry. Population projections are carried out in order to know the population growth each year with the aim of estimating the amount of water needed in the future. Projection of the population can be done through 3 methods, namely arithmetic, geometric, and exponential. The amount of available water is then used as needed, or in accordance with the purpose for which a body of water is built (reservoir or other water structure). The arithmetic method is also known as the lost average method. The geometric method is used if the increasing number of residents shows the same number from time to time. From the value of water needs in 3 villages, the average water requirement is 80 liters/person/day. Argomulyo Village has an average water demand of 0.00272 m/second, Sukomulyo Village has an average value of 0.00164 m/second, and Tengin Baru has an average value of 0.00328 m³/second. From the 3 villages has an average of 0.00255 m³/second. So this storage capacity is sufficient for the availability of water in the 3 villages, with a water storage capacity of 25,317 mcm or 25,317,031.09 m³. This water distribution is carried out as a water reservoir to meet water needs. In further analysis, this research needs to have complete discharge data in detail. Pertumbuhan penduduk, urbanisasi, pegembangan pertanian yang intensif, dan pertumbuhan industri serta kebutuhan lingkungan akan meningkatkan kebutuhan air dan lahan. Sehingga di suatu daerah menjadi rentan terhadap penyediaan air, dimana kerentanan itu terdapat kegagalan saat proses penyediaan air yang tidak mampu berjalan untuk memenuhi kebutuhan air penduduk, lingkungan, atau sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air baku pada Waduk Sepku Semoi, mengetahui manfaat air baku atau air bersih, dan berapa jumlah penduduk untuk air bersih pada msa yang akan datang. Sumber air baku memegang peranan sangat penting dalam industri air minum. Proyeksi jumlah penduduk dilakukan agar mengetahui pertumbuhan penduduk tiap tahunnya yang tujuannya untuk memperkirakan jumlah air yang dibutuhkan pada masa yang akan datang. Proyeksi jumlah penduduk dapat dilakukan melalui 3 metode yaitu aritmatika, geometrik, dan eksponensial. Jumlah air yang tersedia kemudian dimanfaatkan sesuai kebutuhan, atau sesuai dengan tujuan dibangunnya sebuah badan air (waduk atau bangunan air lain). Metode aritmatika dikenal juga dengan sebutan metode rata-rata hilang. Metode geometrik digunakan apabila jumlah penduduk peningkatannya menunjukkan angka yang relatif sama dari waktu ke waktu. Dari nilai kebutuhan air di 3 Desa memiliki rata-rata dengan asumsi kebutuhan air 80lt/org/hari. Pada Desa Argomulyo memiliki nilai rata-rata kebutuhan air sebesar 0,00272 m³/detik, Desa Sukomulyo memiliki nilai rata-rata sebesar 0,00164 m³/detik, dan Tengin Baru memiliki nilai rata-rata sebesar 0,00328 m³/detik. Dari ke 3 desa memiliki rata-rata sebesar 0,00255 m³/detik. Maka kapasitas tampungan ini mencukupi ketersediaan air di 3 Desa tersebut, dengan kapasitas tampungan air sebesar 25.317 mcm atau 25.317.031,09 m³. Penyaluran air ini dilakukan sebagai tempat penampungan air untuk memenuhi kebutuhan air. Dalam analisis selanjutnya, penelitian ini perlu adanya data debit yang lengkap secara detail.

Keyword : Raw water, population, geometric

Nilai Properti
: DZAKYYAH NABILAH PUTRI HERLAMBANG , : 922019091, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNIK SIPIL , : 2022, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Ezra Hartarto Pongtuluran, S.T., M.Eng.

E-mail :

www.poltekba.ac.id
Desak Made Ristia Kartika, S.Pd., M.Sc.

E-mail :desak.kartika@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id