https://sipaparisa.dprd.malukuprov.go.id/css/sdana/ https://bkd-nonsertifikasi.uinmataram.ac.id/admin/sgacor-jackpot/ https://cms.kemenag.go.id/assets/sdemo/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
Optimasi Penggunaan Pasir Mahakam sebagai Substitusi Pasir Palu pada Campuran Beton Normal
Abstrak (Abstracts)
Generally, the concrete material used in Kalimantan is obtained from the city of Palu, Central Sulawesi, which is known as a quality and abundant material that usually mixed with Samboja sand, which has a finer grain which can prevent the concrete from shrinking. However, many of Sambojas sand mines had to be closed because they feared it could damage the environment, so another sand was needed to replace Sambojas sand, namely Mahakam sand. This research was conducted by making 16 sets of cylindrical specimens (48 pieces) with a cylinder size of 15 cm x 30 cm consisting of 4 variations of composition of Palu sand versus Mahakam sand, namely 100%: 0%, 85%: 15%, 70% : 30% and 55% : 45% with water cement factor variation of 0.3; 0.4; 0.5 and 0.6 that will be tested after reaching the age of 28 days.Concrete with pure Palu sand which has an average compressive strength value at FAS 0.3; 0.4; 0.5 and 0.6 respectively 34.73 MPa, 29.44 MPa, 19.82 MPa and 20.67 MPa. The average value of concrete compressive strength variations in Mahakam sand content is 15% with an average compressive strength value of 0.3; 0.4; 0.5 and 0.6 respectively 36.61 MPa, 31;14 MPa, 23.40 MPa and 22.65 MPA with an average increase of 8.66% against the control. The average value of concrete compressive strength variations in Mahakam sand content 30% at FAS 0.3; 0.4; 0.5 and 0.6 respectively 34.16 MPa, 30.57 MPa, 21.51 MPa and 20.57 MPa had an average increase of 2.35% against the control. The average value of concrete compressive strength variations in Mahakam sand content is 45% at FAS 0.3; 0.4; 0.5 and 0.6 respectively 31.33 MPa, 30.38 MPa, 20.00 MPa, and 19.06 MPa with an average decrease in compressive strength of 3.83% against the control. In concrete with a W/C ratio of 0.3; the use of Mahakam sand as a substitute for Palu sand at 0%, 15%, 30% and 45% respectively had slump values of 6 cm, 13.5 cm, 9 cm and 7 cm. In concrete with W/C ratio of 0.4; the use of Mahakam sand as a substitute for Palu sand at 0%, 15%, 30% and 45% respectively had slump values of 8 cm, 15.5 cm, 16 cm and 13.5 cm. In concrete with a W/C ratio of 0.5; the use of Mahakam sand as a substitute for Palu sand at 0%, 15%, 30% and 45% respectively had slump values of 13 cm, 22.5 cm, 17.5 cm and 16 cm. In concrete with W/C ratio 0.6; the use of Mahakam sand as a substitute for Palu sand by 15%, 30% and 45% has slump values of 15 cm, 24 cm, 23 cm and 21.5 cm. Umumnya material beton yang digunakan di Kalimantan didapatkan dari kota Palu, Sulawesi Tengah yang terkenal sebagai material yang berkualitas dan berlimpah dan dicampurkan dengan pasir Samboja, yang memiliki butir lebih halus yang dapat mencegah beton untuk mengalami penyusutan. Namun, banyak tambang pasir Samboja yang harus tutup karena dikhawatirkan dapat merusak lingkungan sehingga dibutuhkan pasir halus pengganti pasir Samboja, yaitu pasir Mahakam. Penelitian ini dilakukan dengan membuat benda uji silinder sebanyak 16 set (48 buah) dengan ukuran silinder 15 cm x 30 cm yang terdiri dari 4 variasi komposisi pasir Palu banding pasir Mahakam, yaitu 100 % : 0%, 85% : 15%, 70% : 30% dan 55% : 45% dengan variasi faktor air semen 0,3; 0,4; 0,5 dan 0,6 yang diuji setelah mencapai umur 28 hari. Beton dengan pasir Palu murni yang memiliki nilai kuat tekan rata-rata pada FAS 0,3; 0,4; 0,5 dan 0,6 berturut-turut 34,73 MPa, 29,44 MPa, 19,82 MPa dan 20,67 MPa. Rata-rata nilai kuat tekan beton variasi kadar pasir Mahakam 15% dengan rata-rata nilai kuat tekan pada FAS 0,3; 0,4; 0,5 dan 0,6 berturut-turut 36,61 MPa, 31;14 MPa, 23,40 MPa dan 22,65 MPA dengan rata-rata peningkatan sebesar 8,66% terhadap kontrol. Rata-rata nilai kuat tekan beton variasi kadar pasir Mahakam 30% pada FAS 0,3; 0,4; 0,5 dan 0,6 berturut-turut 34,16 MPa, 30,57 MPa, 21,51 MPa dan 20,57 MPa memiliki rata-rata peningkatan sebesar 2,35% terhadap kontrol. Rata-rata nilai kuat tekan beton variasi kadar pasir Mahakam 45% pada FAS 0,3; 0,4; 0,5 dan 0,6 berturut-turut 31,33 MPa, 30,38 MPa, 20,00 MPa, dan 19,06 MPa dengan rata-rata penurunan kuat tekan sebesar 3,83% terhadap kontrol. Pada beton dengan FAS 0,3; penggunaan pasir Mahakam sebagai substitusi pasir Palu sebesar 0%, 15%, 30% dan 45% berturut-turut memiliki nilai slump 6 cm, 13,5 cm, 9 cm dan 7 cm. Pada beton dengan FAS 0,4; penggunaan pasir Mahakam sebagai substitusi pasir Palu sebesar 0%, 15%, 30% dan 45% berturut-turut memiliki nilai slump 8 cm, 15,5 cm, 16 cm dan 13,5 cm. Pada beton dengan FAS 0,5; penggunaan pasir Mahakam sebagai substitusi pasir Palu sebesar 0%, 15%, 30% dan 45% berturut-turut memilliki nilai slump 13 cm, 22,5 cm, 17,5 cm dan 16 cm. Pada beton dengan FAS 0,6; penggunaan pasir Mahakam sebagai substitusi pasir Palu sebesar 15%, 30% dan 45% memiliki nilai slump 15 cm, 24 cm, 23 cm dan 21,5 cm.

Keyword : Mahakam Sand, Palu Sand, Concrete Compressive Strength, Slump

Nilai Properti
: LUTFI TRIHADI KUSUMA, : 972018002, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNOLOGI REKAYASA KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN, : 2022, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Ir. Ali Arifin Soeparlan, M.T.

E-mail :ali.arifin@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id
Totok Sulistyo, S.T., M.T.

E-mail :totok.sulistyo@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id