https://sipaparisa.dprd.malukuprov.go.id/css/sdana/ https://bkd-nonsertifikasi.uinmataram.ac.id/admin/sgacor-jackpot/ https://cms.kemenag.go.id/assets/sdemo/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
Pengaruh Substitusi Kapur Tohor (CaO) Terhadap Kuat Tekan Mortar Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS)
Abstrak (Abstracts)
Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) is a waste product from blast furnace combustion obtained from grinding slag. GGBFS is one of the solutions to reduce the environmental impact of increased cement productions. GGBFS has the potential to be used as hydraulic cement as it has the same compound content as cement. GGBFS has a lower amount of CaO compounds compared to cement. Therefore, in this study, the substitution of Tohor Lime (CaO) on the compressive strength of GGBFS mortar was carried out. The objectives of this study are to determine the Slag Activity Index (SAI) value of the GGBFS used, to compare the compressive strength of the GGBFS mortar with quicklime substitution against the compressive strength of 100% OPC mortar, to determine the effect of quicklime on the compressive strength of the GGBFS mortar, and to determine the most optimum percentage of quicklime used from 0% 10% 20% 25% 30% 40%. This research uses the experimental laboratory method. In this study, the compressive strength of OPC mortar was tested as a control and also the compressive strength of GGBFS mortar + CaO substitution variation as a comparison, so that the effect of using quicklime on the compressive strength of GGBFS mortar can be known. Compressive strength tests were carried out on 5x5x5 cm mortar specimens at 7 and 28 days, with 3 specimens at each age. Material testing was carried out at the Balikpapan State Polytechnic Laboratory and the Kalimantan Institute of Technology Laboratory. The mortar was produced and tested at the Balikpapan State Polytechnic Laboratory. The results showed that the GGBFS used in this research has SAI of 102.14% and 125.04% at the age of 7 and 28 days. The maximum compressive strength at the ages of 7 and 28 days is 19.41 and 22.71 MPa, achieving the ratio of 68.63% and 71.82% of the compressive strength of OPC mortar. It has been shown that CaO can be used as an activator to increase the compressive strength of GGBFS mortar, although it does not reach 100% of the compressive strength of OPC mortar. The optimum percentage of CaO used is 40%. Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) adalah limbah yang berasal dari pembakaran pada tanur tinggi yang diperoleh dengan cara penggilingan terakGGBFS menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat produksi semen yang terus meningkat. GGBFS memiliki potensi untuk digunakan sebagai semen hidrolik karena memiliki kandungan senyawa yang sama dengan semen. GGBFS memiliki jumlah senyawa CaO yang lebih rendah bila dibandingkan dengan semen. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan substitusi Kapur Tohor (CaO) terhadap kuat tekan mortar GGBFS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Slag Acvtivity Index (SAI) dari GGBFS yang digunakan, perbandingan kuat tekan mortar GGBFS dengan subtitusi kapur tohor terhadap kuat tekan mortar OPC 100%. pengaruh kapur tohor terhadap kuat tekan mortar GGBFS, dan Persentase kapur Tohor yang paling optimum digunakan dari persentase 0% 10% 20% 25% 30% 40%. Penelitian ini menggunakan metode laboratorium experimental. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat tekan mortar OPC sebagai kontrolnya dan juga pengujian kuat tekan mortar GGBFS + variasi substitusi CaO sebagai pembandingnya, sehingga dapat diketahui pengaruh penggunaan kapur tohor terhadap kuat tekan mortar GGBFS. Pengujian kuat tekan dilakukan menggunakan benda uji mortar berukuran 5x5x5 cm pada umur 7 dan 28 hari, dengan menggunakan 3 buah benda uji pada masing masing umurnya. Pengujian material dilaksanakan di laboratorium Politeknik Negeri Balikpapan dan laboratorium Institut Teknologi Kalimantan. Pembuatan dan pengujian mortar dilaksanakan di laboratorium Politeknik Negeri Balikpapan Hasil penelitian menunjukkan bahwa GGBFS yang digunakan pada penelitian ini memiliki SAI 102,14% dan 125,04% pada umur 7 dan 28 hari. Hasil kuat tekan maksimum umur 7 dan 28 hari sebesar 19,41 dan 22,71 MPa dengan mencapai ratio 68,63% dan 71,82% nya kuat tekan mortar OPC. CaO telah terbukti mampu digunakan sebagai aktivator dengan meningkatkan kuat tekan mortar GGBFS walaupun belum mencapai kuat tekan mortar OPC 100%. Persentase CaO yang paling Optimum digunakan adalah pada persentase 40%.

Keyword : GGBFS, Kapur Tohor(CaO), Kuat Tekan Mortar

Nilai Properti
: NALDHI WAHYUDI, : 922020025, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNIK SIPIL, : 2023, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Ir. Ali Arifin Soeparlan, M.T.

E-mail :ali.arifin@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id
Rahmat Bangun Giarto, S.T., M.Eng.

E-mail :

www.poltekba.ac.id