https://binasriwijaya.ac.id/files/sdana/ http://earsip.unitomo.ac.id/assets/sgacor/ https://crg.spa.msu.ru/wp-content/sdana/ https://absensi.bombanakab.go.id/public/upload/ https://stieykp.ac.id/uploads/sdemo/ http://inventaris.ummy.ac.id/uploads/sdana/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/js/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/assets/css/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
PENGARUH SUBTITUSI ABU TERBANG (FLY ASH) DAN KAPUR TOHOR (CALCIUM OXIDE) TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG (GGBFS)
Abstrak (Abstracts)
Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) is a by-product of the iron and steel industry which is made by cooling the molten slag, produced during the blast furnace process with water or steam. GGBFS helps reduce demand for refined raw materials and reduces the carbon footprint associated with cement production, which has made it highly desirable in the construction industry. Furthermore the addition of GGBFS to the concrete mix usually results in a slower increase in early age strength compared to ordinary cement mixes. However, with time, GGBFS combines with calcium hydroxide to produce new cementitious compounds, which increase the strength of the material. The concrete matrix made of pozzolan and hydraulic GGBFS becomes denser and cohesive, which increases its compressive strength. Research has shown that the compressive strength of concrete made with GGBFS can be equal to or even greater than that of conventional concrete mixes. The best GGBFS replacement rate in the concrete mix varies based on the specific needs of the type of cement, water to cement ratio, and curing conditions. Therefore, in this study an experimental laboratory method was used where cement ground granulated blast furnace slag was substituted with fly ash and CaO with the respective percentages of fly ash being 25%, 20%, 15%, 10% and the percentage of CaO being 5%, 10%, 15%, 20% OPC 100% and GGBFS 100% as the control. the added ingredients of fly ash and CaO function as activators for the compounds present in GGBFS to form hydraulic cement reactions. This research was conducted at the Characterization Laboratory A of the Kalimantan State Institute and the Stone and Concrete Laboratory of the Balikpapan State Polytechnic. The results of this study showed that on the 7th day the optimum compressive strength occurred in a mixture of 20% CaO and 20% fly ash against GGBFS mortar of 16.19 MPa and on the 28th day the optimum compressive strength occurred in a mixture of 20% CaO and 20% fly ash against GGBFS mortar of 18.88 MPa, and showed that the added materials of fly ash and CaO succeeded in generating the compounds present in GGBFS and forming a hydraulic cement reaction. Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) adalah produk sampingan industri besi dan baja yang dibuat dengan mendinginkan terak cair yang dihasilkan selama proses tanur sembur dengan air atau uap. GGBFS membantu mengurangi permintaan bahan mentah murni dan mengurangi jejak karbon yang terkait dengan produksi semen, yang menjadikannya sangat diminati dalam industri konstruksi. Selanjutnya penambahan GGBFS ke campuran beton biasanya menghasilkan peningkatan kekuatan usia dini yang lebih lambat dibandingkan dengan campuran semen biasa. Namun, dengan waktu, GGBFS bergabung dengan kalsium hidroksida untuk menghasilkan senyawa semen baru, yang meningkatkan kekuatan material. Matriks beton yang terbuat dari pozzolan dan hidrolik GGBFS menjadi lebih padat dan kohesif, yang meningkatkan kekuatan tekannya. Penelitian telah menunjukkan bahwa kuat tekan beton yang dibuat dengan GGBFS dapat setara atau bahkan lebih besar dari campuran beton konvensional. Tingkat penggantian GGBFS terbaik dalam campuran beton bervariasi berdasarkan kebutuhan khusus jenis semen, rasio air ke semen, dan keadaan curing oleh karena itu pada penelitian ini menggunakan metode laboratorium experimental dimana semen ground granulated blast furnace slag di subtitusi dengan fly ash dan CaO dengan masing masing persentase fly ash adalah 25%, 20%, 15%, 10% dan persentase CaO adalah 5%, 10%, 15%, 20% OPC 100% dan GGBFS 100% sebagai kontrolnya, bahan tambah fly ash dan CaO berfungsi sebagai activator senyawa yang ada dalam GGBFS agar membentuk reaksi semen hidrolis, penelitian ini dilakukan di Laboratorium Karakterisasi A Institut Negeri Kalimantan dan Laboratorium Batu dan Beton Politeknik Negeri Balikpapan. Adapun hasil dari penelitian ini didapat bahwa pada hari ke-7 Kuat tekan optimum terjadi pada campuran CaO 20% dan fly ash 20% terhadap mortar GGBFS sebesar 16,19 MPa dan pada hari ke-28 Kuat tekan optimum terjadi pada campuran CaO 20% dan fly ash 20% terhadap mortar GGBFS sebesar 18.88 MPa, serta menunjukkan bahwa bahan tambah fly ash dan CaO berhasil membangkitkan senyawa yang ada dalam GGBFS dan membentuk reaksi hidrolis semen.

Keyword : GGBFS, Quicklime (CaO), Fly Ash, Mortar Compressive Strength.

Nilai Properti
: BINTANG PRATAMA PUTRA GUMILANG, : 922020058, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNIK SIPIL, : 2023, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Ir. Ali Arifin Soeparlan, M.T.

E-mail :ali.arifin@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id
Drs. Sunarno, M.Eng.

E-mail :sunarno@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id