https://binasriwijaya.ac.id/files/sdana/ http://earsip.unitomo.ac.id/assets/sgacor/ https://crg.spa.msu.ru/wp-content/sdana/ https://absensi.bombanakab.go.id/public/upload/ https://stieykp.ac.id/uploads/sdemo/ http://inventaris.ummy.ac.id/uploads/sdana/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/js/ https://www.basingga.banggaikab.go.id/public/assets/css/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN DAN LAJU INFILTRASI BETON POROUS
Abstrak (Abstracts)
East Kalimantan has decided to become an IKN, so it needs to be equipped with adequate infrastructure such as roads. Currently the road conditions are being built, the pavement is divided into 2 pavements, namely rigid pavement and flexible pavement. Generally, the rigid pavement used is concrete pavement. The weakness of a rigid pavement that uses concrete is that there are no gaps to absorb air into the soil. To determine the strength of the concrete to be made, several objectives are needed, namely the compressive strength of porous concrete, the infiltration rate and the influence of variations in graded concrete and non-graded concrete. Experiments in this study used cylindrical and plate-shaped porous concrete to determine the ratio of compressive strength and infiltration rate in porous concrete using graded aggregates, namely 1/2 and 2/3 with the use of 20%, 40%, 60%, 80% and 100%, with a 1:2 mix (1 cement and 2 aggregates in equal parts). With the addition of Sika-Viscocrete as much as 1% by weight of cement. The curing period for porous concrete is 28 days to find the maximum strength of porous concrete The results of experiments on making porous concrete, the non-graded mixture obtained the highest compressive strength of porous concrete with a variation of 1/2 100%, namely 6,923 MPa with the lowest infiltration rate of 19985.46 mm/hour and strength on a mixture of Tg 10 2/3 obtained a compressive strength of 2,592 MPa with the highest infiltration rate of 28819,03 mm/hour, and for graded aggregates with the highest compressive strength in the G 8.2 variation, namely 1,06 MPa with the lowest infiltration rate of 23079,89 mm/hour and the lowest compressive strength on a mixture of G 4.6 and G 2.8 with a compressive strength of 0,677 MPa and the highest infiltration rate of 28505,39 mm/hour. With the results of these tests it can be concluded that non-graded concrete has better compressive strength and infiltration rate than graded concrete, because the level of infiltration rate is good and the compressive strength obtained has good quality. Kalimantan Timur di putuskan menjadi IKN, maka perlu di lengkapi dengan infrastruktur yang memadai seperti jalan. Saat ini kondisi jalan dalam masa pembangunan, perkerasan jalan terbagi menjadi 2 perkerasan yaitu perkerasan kaku dan perkerasan lentur. Umumnya perkerasan kaku yang digunakan adalah perkerasan beton. Kelemahan perkerasan kaku dengan memanfaatkan beton yaitu tidak ada celah untuk air menyerap ke dalam tanah. Untuk mengetahui kekuatan beton yang akan di buat maka perlu memiliki beberapa tujuan yakni kuat tekan dari beton porous, laju infiltrasi serta pengaruh dari variasi beton bergradasi dan beton tanpa gradasi. Eksperimen dalam penelitian ini menggunakan beton porous berbentuk silinder dan berbentuk pelat untuk mengetahui perbandingan kuat tekan dan laju infiltrasi pada beton porous yang menggunakan agregat bergradasi yaitu 1/2 dan 2/3 dengan penggunaan sebanyak 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%, dengan campuran 1:2 (1 semen dan 2 agregat dengan porsi yang sama). Dengan bahan tambah Sika-Viscocrete sebanyak 1% dari berat semen. Masa perawatan beton porous yang dilakukan yaitu dalam waktu 28 hari untuk mencari kekuatan maksimal dari beton porous. Hasil experimen pembuatan beton porous yang dilakukan, campuran tidak bergradasi mendapatkan hasil tertinggi pada kuat tekan beton porous dengan variasi 1/2 100% yaitu 6,923 MPa dengan laju infiltrasi terendah yaitu 19985,46 mm/jam dan kuat pada campuran Tg 10 2/3 mendapatkan kuat tekan yaitu 2,592 MPa dengan laju infiltrasi tertinggi 28819,03 mm/jam, dan untuk agregat bergradasi dengan kuat tekan tertinggi pada variasi G 8,2 yaitu 1,06 MPa dengan laju infiltrasi terendah 23079,89 mm/jam dan kuat tekan terendah pada campuran G 4,6 dan G 2,8 dengan kuat tekan 0,677 MPa dan laju infiltrasi tertinggi yaitu 28505,39 mm/jam. Dengan hasil pengujian tersebut dapat di simpulkan pada beton tidak bergradasi memiliki kuat tekan dan laju infiltrasi yang lebih baik dari beton bergradasi, karena tingkat laju infiltrasi yang baik dan kuat tekan yang didapatkan memiliki mutu yang baik.

Keyword : Beton Porous, Kuat Tekan, Laju Infiltrasi.

Nilai Properti
: DENNIS MARSAL, : 972019013, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNOLOGI REKAYASA KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN, : 2023, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Karmila Achmad, S.T., M.T.

E-mail :karmila.achmad@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id
Rahmat Bangun Giarto, S.T., M.Eng.

E-mail :

www.poltekba.ac.id