https://sipaparisa.dprd.malukuprov.go.id/css/sdana/ https://bkd-nonsertifikasi.uinmataram.ac.id/admin/sgacor-jackpot/ https://cms.kemenag.go.id/assets/sdemo/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
PEMODELAN SIMPANG TIGA BERSINYAL JALAN MT HARYONO – JALAN JENDERAL SUDIRMAN KOTA BALIKPAPAN UNTUK MENGATASI KEMACETAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PTV VISSIM
Abstrak (Abstracts)
The increasing population to welcome the Nusantara National Strategic Area (IKN), in line with the growing private vehicles in Balikpapan City, leading to new transportation problems, congestion at various points. One of theme is the intersection of Jalan MT Haryono – Jalan Jenderal Sudirman (Beruang Madu Intersection). Research conducted by Ertamy in 2020 revealed that the Beruang Madu three-way intersection has a saturation degree ≥ 0.5 and a junction delay of 300.68 seconds per vehicle, with a service level of F. This problem arises because the junction is a major intersection in Balikpapan where during certain hours like rush hours, many commuters pass through causing long queues of vehicles. This study aims to evaluate the performance of the Jalan MT Haryono – Jalan Jenderal Sudirman intersection under existing conditions, identify the factors influencing the performance of the intersection, and propose solutions to address the issues, such as modifying traffic signal cycles, making changes to road geometry, or restricting vehicles passing through during specific hours. The research adopts the Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 Method for data analysis and utilizes PTV VISSIM (Student Version) software for intersection modeling. Based on the results of the study using the MKJI 1997 Method and PTV VISSIM software conducted on the Jalan MT Haryono – Jalan Jenderal Sudirman intersection (Beruang Madu Intersection), it can be concluded that alternative 3 (Restriction of Vehicles Passing Through) is the most suitable option, considering the allowed volume of vehicles passing through on Jalan MT Haryono (North) = 1165 vehicles, Jalan Jenderal Sudirman (East) = 1531 vehicles, and Jalan Jenderal Sudirman (West) = 2094 vehicles. The average queue length (QL) is as follows: Jalan MT Haryono (North) = 28.08 meters, Jalan Jenderal Sudirman (East) = 46.22 meters, Jalan Jenderal Sudirman (West) = 49.36 meters, and the Intersection Service Level (LOS) is C. The average intersection delay decreases by 33.94 seconds per vehicle. Bertambahnya volume penduduk untuk menyongsong IKN Nusantara selaras dengan bertambahnya kendaraan pribadi di Kota Balikpapan . Hal ini menyebabkan masalah baru pada bidang transportasi yaitu kemacetan di beberapa titik. Salah satunya terjadi pada simpang Jalan MT Haryono – Jalan Jenderal Sudirman (Simpang Beruang Madu). Pada penelitian (Ertamy, 2020) mendapatkan hasil Simpang Tiga Beruang Madu memiliki derajat kejenuhan ≥ 0.5 dan tundaan simpang 300.68 det/smp tingkat pelayanan F. Masalah ini dapat terjadi dikarenakan area jalan tersebut termasuk simpang utama di Kota Balikpapan yang pada jam-jam tertentu seperti jam berangkat kerja dan jam pulang kerja banyak pengendara yang melewati jalan tersebut sehingga membuat antrian kendaraan yang mengular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang Jalan MT Haryono – Jalan Jenderal Sudirman pada kondisi eksisting, mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pada simpang Jalan MT Haryono – Jalan Jenderal Sudirman dan memberikan solusi terkait permasalahan yang ada pada simpang Jalan MT Haryono – Jalan Jenderal Sudirman seperti mengubah siklus lampu lalu lintas, perubahan pada geometrik jalan, atau dengan membatasi kendaraan yang melintas pada jam jam tertentu. Penelitian ini menggunakan Metode MKJI 1997 dalam proses analisis datanya, serta menggunakan software PTV VISSIM (Student Version) dalam pemodelan simpangnya. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan software PTV VISSIM yang dilakukan pada Simpang Jl. MT Haryono – Jl. Jenderal Sudirman (Simpang Beruang Madu) dapat ditarik kesimpulan bahwa alternatif 3 (Pembatasan Kendaraan Yang Melintas) adalah yang palisng sesuai dengan nilai Volume kendaraan yang diperbolehkan melintas pada Jl. MT Haryono (Utara) = 1165 smp, Jl. Jenderal Sudirman (Timur) = 1531, Jl. Jenderal Sudirman (Barat) = 2094 m, panjang Antrian (QL) : Jl. MT Haryono (Utara) = 28,08 m, Jl. Jenderal Sudirman (Timur) = 46,22 m, Jl. Jenderal Sudirman (Barat) = 49,36 m dan nilai Tingkat Pelayanan Simpang (LOS) adalah C. Tundaan rata-rata simpang menurun sebesar 33,94 det/smp.

Keyword : MKJI 1997, PTV VISSIM, Simpang

Nilai Properti
: SITI QOTTIMAH, : 972019020, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNOLOGI REKAYASA KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN, : 2023, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Mohamad Isram M.Ain, S.T., M.Sc

E-mail :

www.poltekba.ac.id
Masrul Huda, M.A.

E-mail :masrul.huda@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id