https://binasriwijaya.ac.id/files/sdana/ http://earsip.unitomo.ac.id/assets/sgacor/ https://crg.spa.msu.ru/wp-content/sdana/ https://absensi.bombanakab.go.id/public/upload/ https://stieykp.ac.id/uploads/sdemo/ https://pengaduan.ikippgriptk.ac.id/images/sdemo/ http://inventaris.ummy.ac.id/uploads/sdana/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
PENGARUH FORMASI GEOLOGI KOTA BALIKPAPAN TERHADAP LAJU INFILTRASI
Abstrak (Abstracts)
Infiltration is a crucial process in the hydrological cycle that governs the movement of water from the land surface into the soil. It plays a fundamental role in controlling groundwater recharge, surface runoff, soil moisture availability, and overall watershed dynamicsThe Horton method is an empirical approach widely used to estimate the rate of water infiltration into the soil. It is based on the premise that the infiltration rate decreases exponentially with time, following the principle of soil moisture redistribution. The method involves measuring the initial infiltration rate, termed the infiltration capacity, and monitoring the subsequent decline in infiltration over time. The parameters derived from the Horton infiltration curve provide valuable insights into soil hydraulic properties, including the saturated hydraulic conductivity, sorptivity, and soil moisture retention characteristics. These parameters are essential for understanding how different soil types respond to rainfall and how they influence water movement within the vadose zone. Complementing the Horton method, the USDA soil classification system is a comprehensive framework developed by the United States Department of Agriculture (USDA) to categorize soils based on their morphological, physical, chemical, and mineralogical properties. This system classifies soils into hierarchical levels, starting with the broadest soil orders and progressively refining the classification to soil series. The USDA soil classification is critical for various land use planning activities, crop selection, and environmental assessments. Furthermore, it plays a crucial role in understanding soil behavior, including its infiltration capacity. This abstract underscores the significance of the Horton method and the USDA soil classification system in the context of water management and soil characterization. Both methodologies provide valuable information for researchers, land managers, and policymakers to make informed decisions regarding water resources, agriculture, and land use planning. A thorough understanding of infiltration processes and soil properties can enhance water availability, mitigate soil erosion, and promote sustainable land management practices. Ultimately, this knowledge aids in developing effective strategies for water conservation and soil protection, contributing to the sustainable development and management of water resources in various ecosystems. Mengukur laju infiltrasi awal, disebut kapasitas infiltrasi, dan memantau penurunan infiltrasi berikutnya dari waktu ke waktu. Parameter yang berasal dari kurva infiltrasi Horton memberikan wawasan berharga tentang sifat hidrolik tanah, termasuk konduktivitas hidrolik jenuh, sportivitas, dan karakteristik retensi kelembaban tanah. Parameter ini sangat penting untuk memahami bagaimana jenis tanah yang berbeda merespons curah hujan dan bagaimana pengaruhnya terhadap pergerakan air di dalam zona vadose. Melengkapi metode Horton, sistem klasifikasi tanah USDA adalah kerangka kerja komprehensif yang dikembangkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) untuk mengkategorikan tanah berdasarkan sifat morfologis, fisik, kimia, dan mineralogi. Sistem ini mengklasifikasikan tanah ke dalam tingkat hierarkis, dimulai dengan urutan tanah terluas dan secara progresif menyempurnakan klasifikasi ke seri tanah. Klasifikasi tanah USDA sangat penting untuk berbagai kegiatan perencanaan penggunaan lahan, pemilihan tanaman, dan penilaian lingkungan. Selain itu, ia memainkan peran penting dalam memahami perilaku tanah, termasuk kapasitas infiltrasinya. Abstrak ini menggarisbawahi pentingnya metode Horton dan sistem klasifikasi tanah USDA dalam konteks pengelolaan air dan karakterisasi tanah. Kedua metodologi tersebut memberikan informasi berharga bagi para peneliti, pengelola lahan, dan pembuat kebijakan untuk membuat keputusan berdasarkan informasi mengenai sumber daya air, pertanian, dan perencanaan penggunaan lahan. Pemahaman menyeluruh tentang proses infiltrasi dan sifat tanah dapat meningkatkan ketersediaan air, mengurangi erosi tanah, dan mempromosikan praktik pengelolaan lahan berkelanjutan. Pada akhirnya, pengetahuan ini membantu dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk konservasi air dan perlindungan tanah, berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya air di berbagai ekosistem.

Keyword : Kata Kunci: Infiltrasi , Metode Horton, Klasifikasi Tanah USDA

Nilai Properti
: SEPTIAN, : 922020060, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNIK SIPIL, : 2023, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Totok Sulistyo, S.T., M.T.

E-mail :totok.sulistyo@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id
Candra Irawan, S.T., M.Si.

E-mail :candra.irawan@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id