https://sipaparisa.dprd.malukuprov.go.id/css/sdana/ https://bkd-nonsertifikasi.uinmataram.ac.id/admin/sgacor-jackpot/ https://cms.kemenag.go.id/assets/sdemo/ Project’s Detail – IQAS POLTEKBA

Project’s Detail

DESKRIPSI TUGAS AKHIR :
ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN PEMBESIAN SENGKANG BALOK PEMBANGUNAN SD SMP TERPADU BALIKPAPAN SELATAN
Abstrak (Abstracts)
Human resources are a very influential factor in a construction work. The slightest work if not supported by human resources a project will be less effective. Lack of attention to labor productivity on a construction project can hamper the construction work itself. Worker labor productivity is one of the main elements to determine the success of the implementation of a construction project. Labor productivity should be maximized to minimize budget and time to get optimal results. To get good productivity results in construction projects is very difficult because the workforce is less productive in the work. Examples of less productive activities include being unemployed, talking to each other, eating, smoking, resting which are all done during working hours. In addition to these activities, there are many other variables that affect work productivity, including age, work experience, work discipline, and work motivation. The method used for this study is with direct observation in the field to analyze the value of labor productivity in structural ironing work. Then it will be compared using the AHSP (Unit Price Analysis of Work) of Balikpapan City in 2022 which is used as a guideline for the research. . Therefore good labor productivity is indispensable for the success of construction projects. Unproductive labor can hamper project work so that the processing time becomes longer than planned. From the analysis carried out to obtain productivity it can be concluded as follows: The value of labor productivity in the work of installing iron beams with field analysis for each worker is 38.720; 44,936; 36,424; 36,028; and 32,267. Comparison of the value of the coefficient and the price of wages for each worker is 0.025 OH, 0.022 OH, 0.027 OH, 0.027 OH, 0.030 OH which is smaller than the coefficient based on Permen PU/01/PRT/M/2022, which is 0.070. Likewise, the price of wages for workers in the field is IDR 3,245; IDR 2,855.6; IDR 3,503.6; IDR 3,504.6; and IDR 3,894. Meanwhile, according to the provisions of Permen PU/01/PRT/M/2022, the installation of beam reinforcement. is IDR 9,086.00. Sumber daya manusia adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam sebuah pekerjaan kontruksi. Pekerjaan sekecil apapun bila tidak didukung dengan sumber daya manusia sebuah proyek akan kurang efektif. Kurangnya perhatian terhadap produktivitas tenaga kerja pada suatu proyek kontruksi dapat menghambat pekerjaan kontruksi itu sendiri. Produktivitas tenaga kerja pekerja menjadi salah satu unsur utama untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan suatu proyek kontruksi. Produktivitas tenaga kerja harus dimaksimalkan untuk meminimalkan anggaran dan waktu untuk mendapatkan hasil yang optimal. Untuk mendapatkan hasil produktivitas yang baik dalam proyek konstruksi sangatlah sulit dikarenakan tenaga kerja yang kurang produktif di dalam pekerjaannya. Contohnya kegiatan yang kurang produktif tersebut antara lain menganggur, berbincang satu sama lain, makan, merokok, istirahat yang semua dilakukan pada saat jam kerja. Selain kegiatan tersebut banyak terdapat variabel lain yang mempengaruhi produktivitas tenanga kerja antara lain adalah faktor usia, pengalaman kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja. Metode yang digunakan untuk penelitian ini dengan pengamatan langsung dilapangan untuk menganalisis nilai produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan pembesian struktur. Kemudian akan dibandingkan menggunakan AHSP (Analisis Harga Satuan Pekerjaan) Kota Balikpapan Tahun 2022 yang digunakan sebagai pedoman pada penelitiaan tersebut. . Oleh karena itu produktivitas tenaga kerja yang baik sangat diperlukan untuk keberhasilan proyek konstruksi. Tenaga kerja yang tidak produktif dapat menghambat pekerjaan proyek sehingga waktu pengerjaan menjadi lebih lama dari pada yang direncanakan. Dari analisis yang dilakukan untuk mendapatkan produktivitas dapat disimpulkan sebagai: Nilai produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan pemasangan pembesian balok dengan analisis lapangan untuk masing-masing pekerja adalah 38,720; 44,936; 36,424; 36,028; dan 32,267. Perbandingan nilai koefisien dan harga upah untuk masing-masing pekerja adalah 00,025 OH, 0,022 OH, 0,027 OH, 0,027 OH, 0,030 OH lebih kecil dari koefisien berdasarkan Permen PU/01/PRT/M/2022yaitu 0,070. Begitupun dengan harga upah pekerja dilapangan adalah Rp 3.245; Rp 2.855,6; Rp 3.503,6; Rp 3.504,6; dan Rp 3.894. Sedangkan berdasarkan menurut ketentuan Permen PU/01/PRT/M/2022 pemasangan pembesian balok. adalah Rp 9.086,00.

Keyword : :productivity, ironing, labor.

Nilai Properti
: DIAN NOVITRI, : 922020006, : Politeknik Negeri Balikpapan, : TEKNIK SIPIL, : 2023, : Indonesia, : Tugas Akhir, : Prepustakaan Poltekba,

 

Download Full Text
Pembimbing
Wahyu Yusuf Rio, S.T., M.T.

E-mail :

www.poltekba.ac.id
Mahfud, S.Pd., M.T.

E-mail :mahfud@poltekba.ac.id

www.poltekba.ac.id