.::TOWARD green CAMPUS POLTEKBA::.
Email Pengembang RPS:praseptia.gardiarini@poltekba.ac.id |
Generated by SPMI apps :@April 4, 2025, 3:11 pm Form. Code: FRM/AK/08.133.0 |
|
JURUSAN PERHOTELAN |
|
||||||
PROGRAM
STUDI TATA BOGA |
||||||||
RENCANA
PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) T.A 2023/2024 |
||||||||
MATA KULIAH |
KODE |
BOBOT SKS |
JAM/SMT |
SEMESTER |
TANGGAL PENYUSUNAN |
|||
T |
P |
TOTAL |
||||||
ILMU GIZI LANJUTAN |
TB120515 |
2 |
1 |
3 |
70 |
2 |
19-02-2024 |
|
OTORISASI |
DOSEN PENGEMBANG RPS |
KETUA PROGRAM STUDI |
||||||
Scan QR untuk Akses
Dokumen ini |
|
|
||||||
Praseptia Gardiarini S.Gz., M.P.H. |
Dr. Tuatul Mahfud S.Pd., M.Pd. |
|||||||
NIP/NIK. 198808272020122003 |
NIP/NIK. 198609252012121001 |
|||||||
Capaian Pembelajaran
(CPL) |
CPL
- PRODI |
|||||||
SIKAP |
||||||||
(S-3) Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila (S-9) Menunjukkan sikap tanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri (S-11) Menunjukkan sikap responsif dan inovatif, profesional sesuai dengan global code ethic of tourism |
||||||||
PENGETAHUAN |
||||||||
(P-5) Menguasai penentuan kandungan gizi makanan dan minuman |
||||||||
KETRAMPILAN
UMUM |
|
|||||||
(KU-1) Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data dengan beragam metode yangs esuai, baik yang belum maupun yang sudah baku (KU-3) Mampu memecahkan maslah pekerjaan dengan sifat dan konteks yang sesuai dengan bidang keahlian terapannya didasarkan pada pemikiran logis, inovatif, dan bertanggung jawab atas hasilnya secara mandiri (KU-4) Mampu menyusun laporan hasil dan proses kerja secara akurat dan sahih serta mengkomunikasikannya secara efektif kepada pihak lain yang membutuhkan (KU-5) Mampu bekerjasama, berkomunikasi, berinovatif dalam pekerjaannya |
||||||||
KETERAMPILAN
KHUSUS |
||||||||
(KK-15) Mampu menyiapkan dan menyusun laporan tertulis tentang hasil pekerjaan baik yang menjadi tanggung jawabnya sendiri maupun menjadi tanggungjawab kelompok kerja (team work) secara komprehensif (KK-16) Mampu melakukan evaluasi etrhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya sendiri maupun menjadi tanggungjawab kelompok kerja |
||||||||
Capaian Mata Kuliah
(CP-MK) |
CP
- MK |
|||||||
Menguasai konsep-konsep dasar Ilmu Gizi dan memiliki keterampilan dalam menerapkan ilmu gizi saat menyajikan makanan sesuai dengan diet yang dijalani |
||||||||
KEMAMPUAN
AKHIR SETIAP PERTEMUAN (Sub-CPMK) |
||||||||
Mahasiswa mampu menjelaskan sosioantropologi gizi (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) Mahasiswa mampu menjelaskan tentang malnutrisi(kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) Mahasiswa mampu menjelaskan diet rumah sakit dan bentuk serta jenisnya (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) Mahasiswa mampu menjelaskan tentang diet TKTP, rendah sisa dan rendah serat (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) Mahasiswa mampu menjelasakan tentang diet rendah garam dan jantung (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) Mahasiswa mampu menjelaskan tentang diet utk obesitas, kolesterol, dislipidemi dan rendah energi (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) mahasiswa mampu menjelaskan tentang diet untuk penyakit saluran cerna atas dan bawah (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) UTS Mahasiswa mampu menjelaskan diet Diabetes Melitus dan Diet Ginjal (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) Mahasiswa bisa menjelaskan tentang diet hati dan rendah purin (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) Praktek 1: bentuk makanan rumah sakit (TKTP)rendah sisa dan rendah serat (kognitif 20%) afektif (20%) psikomotorik (60%) Praktek 2: membuat menu diet rendah garam dan jantung (kognitif 20%) afektif (20%) psikomotorik (60%) Praktek 3 : membuat menu diet obese, dislipidemi dan rendah kolesterol (kognitif 20%) afektif (20%) psikomotorik (60%) Praktek 4 : membuat menu diet penyakit saluran cerna atas dan bawah (kognitif 20%) afektif (20%) psikomotorik (60%) praktek 5 : membuat menu diet Diabetese melitus, ginjal, dan rendah purin (kognitif 20%) afektif (20%) psikomotorik (60%) UAS |
||||||||
Deskripsi Mata Kuliah |
Matakuliah ILMU GIZI LANJUTAN mempelajari Ilmu yang mempelajari tentang kebutuhan gizi yang diperlukan seseorang untuk dapat melakukan aktivitasnya secara normal dan dalam keadaan sehat, terutama yangs sedang menjalankan diet karena penyakit tertentu dan yg sedang menjalankan pengobatan di rumah sakit |
|||||||
Materi Pembelajaran/
Pokok Bahasan |
pengenalan diet Rumah Sakit dan Diet yang sesuai dengan penyakit yang diderita oleh seseorang yang terjabarkan dalam sub CPMK diatas |
|||||||
Pustaka |
Pustaka Utama: Anonymus. (2006). Bahan Tambahan Pangan (Food Additive)pdf. http:www.ebookpangan.com. diakses pada 23 Mei 2016
Almaitser S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi cetakan 6. Jakarta; Gramedia Pustaka Utama.
Arisman, 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Penerbit Buku Ilmu kedokteran EGC
Badan POM RI. Sentra Keracunan Makanan. Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI
Cahyadi, W. (2008). Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumi Aksara
Departemen Kesehatan RI. 2005. Pedoman Perbaikan Gizi Anak Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Direktorat Gizi Masyarakat. http:/www.depkes.go.id,diakses 25 Mei
2016
Gibson, R.S., 2005. Principle of Nutritional and Assessment. Oxford University Press. Newyork :625.
Hadisaputro, S., Setyawan, H., 2007, Epidemiologi dan Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Mellitus Tipe 2. Naskah Lengkap Diabetes Mellitus, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Holden & Mc Donald (2000), Nutrition and Children health,UK; Royale college of nursing
Iolanna Tzoulaki, et al. Relation of iron and red meat intake to blood pressure: cross-sectional epidemiological study. BMJ 2008;337:a258
KEMENKES, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia ,2012, Diabetes di Indonesia Tahun 2030, http://www.depkes.go.id, diakses 21 Februari 2013
KEMENKES, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia ,2014, Permenkes no.41 tahun 2014. Pedoman Gizi Seimbang. http://www.depkes.go.id, diakses 12 Januari 2014.
Khomsan A. 2004. Pangan dan Gizi untuk kesehatan. Jakarta ; PT Raja Grafindo Persada
Lean M. (2013). Ilmu Pangan, Gizi dan Kesehatan edisi 7. Jogjakarta; Pustaka Pelajar
Mahan&Escott-stump. (2006). Krause’s, Food, Nutrition and Medical Therapy 11th ed. USA :Saunders
McGuire M, Beerman KA. (2013). Nutrition science. USA; Wadsworth
McGiure, Beerman AK. Nutritional Science for Fundamental Food 3rd Edition. 2013.USA;Wadsworth
Moehji, S. 2003. Ilmu Gizi 2. Jakara: Papas Sinar Sinanti.
Moehji S. 2003. Ilmu Gizi 2 Penanggulangan Gizi Buruk. Jakarta; Bhratara Niaga Media |
|||||||
Media Pembelajaran |
Media : laptop
LCD
Papan Tulis
Spidol |
|||||||
Dosen Pengampu |
Praseptia Gardiarini, |
Mata Kuliah |
ILMU GIZI LANJUTAN |
|||
Kode Mata Kuliah |
TB120515 |
Minggu ke- |
Sub
CP-MK (sebagai kemampuan
akhir yang diharapkan) |
Indikator |
Kriteria & Bentuk
Penilaian |
Metode Pembelajaran
(Estimasi Waktu) |
Materi Pembelajaran
(Pustaka) |
Bobot Penilaian
(%) |
|||
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
|||
1 | Mahasiswa mampu menjelaskan sosioantropologi gizi (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) |
Mamhasiswa menjelaskan pengertian antropologi gizi dengan baik dan benar(tematik) |
tugas terstruktur dan presentasi |
ceramah, diskusi, tanya jawab 2x55 menit |
sosioantropologi gizi Almaitser S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi cetakan 6. Jakarta; Gramedia Pustaka Utama. Arisman, 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Penerbit Buku Ilmu kedokteran EGC |
3 |
|||
2 | Mahasiswa mampu menjelaskan tentang malnutrisi(kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) |
Mahasiswa menjelaskan dengan tepat pengertian malnutrisi dan contoh kasusnya (holisti) |
tugas berstruktur, diskusi |
ceramah, diskusi (2x 55 menit) |
malnutrisi dan contoh contohnya di Indonesia KEMENKES, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia ,2014, Permenkes no.41 tahun 2014. Pedoman Gizi Seimbang. http://www.depkes.go.id, diakses 12 Januari 2014. Khomsan A. 2004. Pangan dan Gizi untuk kesehatan. Jakarta ; PT Raja Grafindo Persada |
5 |
|||
3 | Mahasiswa mampu menjelaskan diet rumah sakit dan bentuk serta jenisnya (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) |
Mahasiswa menjelaskan dengan tepat diet rumah sakit serta bentuk bentuknya dan contoh menunya (tematik) |
diskusi, ceramah, tanya jawab |
diskusi, ceramah, tanya jawab 2x55 menit |
kejadian malnutrisi di Indonesia dan contoh kasusnya KEMENKES, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia ,2014, Permenkes no.41 tahun 2014. Pedoman Gizi Seimbang. http://www.depkes.go.id, diakses 12 Januari 2014. Khomsan A. 2004. Pangan dan Gizi untuk kesehatan. Jakarta ; PT Raja Grafindo Persada |
3 |
|||
4 | Mahasiswa mampu menjelaskan tentang diet TKTP, rendah sisa dan rendah serat (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) |
mahasiswa menjelaskan tentang diet TKTP, rendah sisa dan rendah serat secara tepat(tematik) |
diskusi, ceramah, tanya jawab |
Diskusi, Ceramah, Presentasi (2 x55 menit) |
Diet Makanan Cair, Makanan Lunak, Makanan Biasa Diet TKTP (Tinggi Energi Tinggi Protein), Diet Rendah Energ Arisman, 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Penerbit Buku Ilmu kedokteran EGC Badan POM RI. Sentra Keracunan Makanan. Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI Cahyadi, W. (2008). Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumi Aksara |
3 |
|||
5 | Mahasiswa mampu menjelaskan tentang diet utk obesitas, kolesterol, dislipidemi dan rendah energi (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) |
Mahasiswa menjelaskan tentang diet utk obesitas kolesterol dislipedimi rendah energi dengan tepat(tematik) |
tugas terstruktur |
Diskusi, Ceramah, Presentasi (2 x55 menit) |
Diet Untuk Penderita Obesitas Arisman, 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Penerbit Buku Ilmu kedokteran EGC Badan POM RI. Sentra Keracunan Makanan. Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI Cahyadi, W. (2008). Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumi Aksara |
4 |
|||
6 | mahasiswa mampu menjelaskan tentang diet untuk penyakit saluran cerna atas dan bawah (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) |
mahasiswa menjelaskan tentang doet penyakit saluran cerna atas dan bawah dengan tepat (tematik) |
tugas terstruktur |
ceramah, diskusi (2 x 55 menit) |
Diet Saluran Cerna atas dan Bawah Hadisaputro, S., Setyawan, H., 2007, Epidemiologi dan Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Mellitus Tipe 2. Naskah Lengkap Diabetes Mellitus, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Holden & Mc Donald (2000), Nutrition and Children health,UK; Royale college of nursing |
3 |
|||
7 | Mahasiswa mampu menjelasakan tentang diet rendah garam dan jantung (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) |
mahasiswa menjelaskan diet rendah garam dan jantung dengan tepat (tematik) |
Tugas Terstruktu |
Diskusi, Ceramah (2x 55 Menit) |
diet rendah garam dan diet jantung Mahan&Escott-stump. (2006). Krause’s, Food, Nutrition and Medical Therapy 11th ed. USA :Saunders McGuire M, Beerman KA. (2013). Nutrition science. USA; Wadsworth McGiure, Beerman AK. Nutritional Science for Fundamental Food 3rd Edition. 2013.USA;Wadsworth Moehji, S. 2003. Ilmu Gizi 2. Jakara: Papas Sinar Sinanti |
3 |
|||
8 |
UTS : Ujian Tengah Semester |
15 |
|||||||
9 | Mahasiswa mampu menjelaskan diet Diabetes Melitus dan Diet Ginjal (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) |
Mahasiswa menjelasakn diet Diabetes Melitus dan Diet Ginjal dengan tepat (tematik) |
ugas berstruktur, diskusi |
ceramah, diskusi (2x 55 menit) |
Diet Diabetes Melitus Diet Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih McGuire M, Beerman KA. (2013). Nutrition science. USA; Wadsworth McGiure, Beerman AK. Nutritional Science for Fundamental Food 3rd Edition. 2013.USA;Wadsworth Moehji, S. 2003. Ilmu Gizi 2. Jakara: Papas Sinar Sinanti. |
3 |
|||
10 | Mahasiswa bisa menjelaskan tentang diet hati dan rendah purin (kognitif 30%) afektif (40%) psikomotorik (30%) |
Mahasiswa menjelaskan dengan tepat tentang diet hati dan diet rendah purin |
tugas terstruktur dan presentasi |
Diskusi, Ceramah, Presentasi (2 x55 menit) |
Pengertian dan COntoh Menu untuk Diet Hati dan Rendah Purin Mahan&Escott-stump. (2006). Krause’s, Food, Nutrition and Medical Therapy 11th ed. USA :Saunders McGuire M, Beerman KA. (2013). Nutrition science. USA; Wadsworth McGiure, Beerman AK. Nutritional Science for Fundamental Food 3rd Edition. 2013.USA;Wadsworth Moehji, S. 2003. Ilmu Gizi 2. Jakara: Papas Sinar Sinanti |
3 |
|||
11 | Praktek 1: bentuk makanan rumah sakit (TKTP)rendah sisa dan rendah serat (kognitif 20%) afektif (20%) psikomotorik (60%) |
Mahasiswa mampu memasak menu sesuai dengan kondisi pasien dan keadaan saluran cerna, serta diagnosa pasien(holistik) |
Praktikum dan Laporan Parktikum |
Praktikum 5x55 menit |
Praktikum 1: Diet Berdasarkan Bentuk Makanan, Diet TKTP, Diet Rendah Kalori, Rendah Serat Rendah Sisa Praseptia Gardiarini, 2022, Jobsheet Ilmu Gizi Lanjutan, Poltekba: Balikpapan |
5 |
|||
12 | Praktek 2: membuat menu diet rendah garam dan jantung (kognitif 20%) afektif (20%) psikomotorik (60%) |
Mahasiswa mampu memasak menu sesuai dengan kondisi pasien dan keadaan saluran cerna serta diagnosa pasien |
Praktikum dan Laporan Praktikum |
Praktikum 5x55 menit |
Praktikum 2 : Diet Rendah Garam, dan Jantung Praseptia Gardiarini, 2022, Jobsheet Ilmu Gizi Lanjutan, Poltekba: Balikpapan |
5 |
|||
13 | Praktek 3 : membuat menu diet obese, dislipidemi dan rendah kolesterol (kognitif 20%) afektif (20%) psikomotorik (60%) |
Mahasiswa mampu memasak menu sesuai dengan kondisi pasien dan keadaan saluran cerna serta diagnosa pasien |
Praktikum dan Laporan Praktikum |
Praktikum dan Laporan Praktikum |
Praktikum 2 : Diet Rendah Kolesterol, Obese dan Dislipidemia Praseptia Gardiarini, 2022, Jobsheet Ilmu Gizi Lanjutan, Poltekba: Balikpapan |
5 |
|||
14 | Praktek 4 : membuat menu diet penyakit saluran cerna atas dan bawah (kognitif 20%) afektif (20%) psikomotorik (60%) |
Mahasiswa mampu memasak menu sesuai dengan kondisi pasien dan keadaan saluran cerna serta diagnosa pasien |
Praktikum dan Laporan Parktikum |
Praktikum 5x55 menit |
Praktikum 3: Diet Saluran Cerna Almaitser S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi cetakan 6. Jakarta; Gramedia Pustaka Utama. Arisman, 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Penerbit Buku Ilmu kedokteran EGC Badan POM RI. Sentra Keracunan Makanan. Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI |
5 |
|||
15 | praktek 5 : membuat menu diet Diabetese melitus, ginjal, dan rendah purin (kognitif 20%) afektif (20%) psikomotorik (60%) |
Mahasiswa mampu memasak menu sesuai dengan kondisi pasien dan keadaan saluran cerna, serta diagnosa pasien |
Praktikum dan Laporan |
Praktikum 5x 55 menit |
Diet Rendah Purin Untuk Pasien Gout Arthritis Badan POM RI. Sentra Keracunan Makanan. Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI Cahyadi, W. (2008). Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumi Aksara Departemen Kesehatan RI. 2005. Pedoman Perbaikan Gizi Anak Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Direktorat Gizi Masyarakat. http:/www.depkes.go.id,diakses 25 Mei 2016 |
5 |
|||
16 |
UAS : Ujian Akhir Semester |
30 |
|||||||
.::TOWARD green CAMPUS POLTEKBA::.
Tentang Pengembang
![]() |
Praseptia Gardiarini lahir di Balikpapan pada tanggal Jabatan fungsional Lektor Jurusan PERHOTELAN Program Studi Tata Boga |
|